Monday, March 09, 2009

Air Mata Rasulullah S.A.W

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakitsakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat
nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita
mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin... .


Marilah kita bersama-sama memeriahkan Sambutan Maulud Nabi sebagai tanda kasih nya kita kepada junjungan mulia baginda Rasulullah s.a.w ...

15 comments:

ab geldofg said...

aku hari2 smbut

ifahruzzaman said...

Al Fatihah,salawat serta salam buat Baginda...

CikYana(",) said...

salam maulidur rasul :)

Amer Aan said...

salam maulidur rasul..

Na Shari said...

nangis akak baca entri ni...Selawat dan salam ke atas Nabi Muhammad SAW

Tirana said...

di saat kematian pun, Nabi masih ingat kepada umatnya..menunjuk betapa dia sayangkan kita tapi kita bagaimana?

Selamat menyambut maulidur rasul,,

AHMADSUFI6177 said...

Salam Mulidur Rasul....selawat dan salam ke atas junjungan besar Muhammad.

♥chubbycekelat ♥ said...

sedih dan sebak...

chimera said...

begitu hebat tanda ingatan Rasullulah kepada kita umatnya....

kita pulak??? berapa kali dalm sehari beselawat pada baginda... seminggu berapa kali... sebulan berapa kali... hmmmm...

Idayu said...

akak dah byk kali baca kisah ni..tiap kali baca mmg nangisla.betapa kasihnya nabi muhammad pd umatnya.

ZaHiRaH said...

menyentuh hati..salam maulidur rasul

addyaholix said...

bila senang kita kerapkali lupa. bila susah baru mula meratap berdoa.

harap kita selalu ingat Dia dan kekasih-Nya.

salam maulidurrasul aie!

Along Arman said...

salam maulidur rasul aie..

Rashid said...

salawat atas junjungan besar kita..

Dhada said...

Pilu .

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails